Header Ads

Kamis, 04 Oktober 2012

Mengenal Kandang Burung Puyuh


     Jenis kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah : 1) Kandang untuk induk pembibitan; 2) Kandang untuk induk petelur; 3) Kandang untuk anak burung; 4) Kandang untuk burung puyuh umur grower (3 - 6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu).
 
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut dijuga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Sedangkan bahasa asingnya disebut "Quil", merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakkan di Amerika Serikat, tahun 1870. Beternak burung puyuh terus dikembangkan ke penjuru dunia. Untuk di Indonsia burung puyuh mulai dikenal, dan diternakkan semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.
Sentra Peternakan burung puyuh di Indonesia banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Adapun manfaat burung puyuh, antara lain : 1) Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat; 2) Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga; 3) Kotorannya sebagai pupuk kandang atau kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.
 
Dalam beternak burung puyuh harus memperhatikan persyaratan lokasi. Adapun persyaratan lokasi beternak burung puyuh, sebagai berikut : 1) Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk; 2) Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran; 3) Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit; 4) Bukan merupakan daerah sering banjir; 5) Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.
Untuk mengoptimalkan budidaya beternak burung puyuh harus memperhatikan penyediaan kandangnya. Dalam sistem perkadangan yang perlu diperhatikan adalah : 1) Temperatur kandang yamh ideal atau normal berkisar 20 - 25 °C; 2) Kelembaban kandang berkisar 30 - 80 %; 3) Penerangan kandang pada siang hari cukup 25 - 40 watt, sedangkan malam hari 40 - 60 watt (hal ini berlaku .........) . Model kandang burung puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (baterai). Ukuran kandang untuk 1(satu) m² dapat diisi 90 - 100 ekor anak burung puyuh, selanjutnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m² sampai masa bertelur.
 
Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah :
1. Kandang untuk induk pembibitan . Kandang ini berguna langsung terhadap produktivitas dan kemampuan manghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah burung puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor burung puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m².
2. Kandang untuk induk petelur. Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.
3. Kandang untuk anak burung puyuh/umur stater (kandang indukan). Kandang ini merupakan kandang bagi anak burung puyuh pada umur stater, yaitu mulai umur 1(satu) hari sampai dengan 2(dua)/3(tiga) minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak burung puyuh mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini juga perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90 - 100 ekor anak burung puyuh).
4. Kandang untuk burung puyuh umur grower (3 - 6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu). Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.
Agar budidaya burung puyuh dapat optimal, maka dalam pemeliharaannya kandang yang disediakan harus dilengkapi perlengkapan, sebagai berikut : tempat makan, tempat minum, tempat bertelur, dan tempat obat-obatan yang diperlu untuk memenuhi kebutuhan burung puyuh.
Untuk menjaga agar tidak tibul penyakit, maka dalam pemeliharaan burung puyuh perlu menjaga kebersihan kandang dan lingkungan kandang serta dilakukannya vaksinasi secara kontinu.


0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More